Powered By Blogger

"metamorfosis"

ingin menjadi seperti garam, yang apabila melebur bersama semangkok sayur, dia akan tetap asin, walaupun wujudnya sudah tdk terlihat.... (sok puitis ya gw) ws rendra bukan, apalagi chairil anwar, sabodo teuing lah... yach inilah gw, manusia sederhana yang mencoba untuk menjadi kaya,maksudnya kaya hati gan, kalo kaya harta ane belom nyampe kesitu, maklum,cuma karyawan rendahan, yang kalo makan siang larinya kerumah,,, pengen sich kaya yang laen gitu, tiap makan siang bisa duduk manis di resto telaga,atau sambil ketawa ketiwi di sari kuring sambil BBMan,nikmaaat!!! tapi gaji ane gak cukup gan buat makan disitu hiks hiks,,, lah! kenapa gw jadi curhat ya? tapi gak papa dech! kali-kali aja setelah membaca curhatan gw ada yang hatinya tergugah dan segera nraktir gw,ngarep dot.com (gw pernah berjanji buat gak pake nich joke) hahahaha akhirnya dipake juga, emang manusia gak ada yang konsisten dengan omongannya sendiri,hari ini dia ngomong A besok dia ngomong Z, termasuk gw juga sich... tapi kan manusia emang sarangnya salah dan dosa, sarangnya bohong, sarangnya munafik, sarangnya gombal, sarangnya... sarangnya... sarangnya.... waduuh, kalo dibeberin kejelekan manusia dari sabang sampe merauke,gak cukup layarnya gan, hihihi...

Minggu, 23 Oktober 2011

rusa - rusa....

Sabtu 22 oktober 2011, atau tepatnya kemarin, saya berkesempatan mengunjungi cariu, sebuah kecamatan di kabupaten bogor,buat saya nama daerah ini masih asing, bila dibandingkan dengan daerah lain di kabupaten bogor, seperti kawasan puncak atau tajur, maka kecamatan cariu ini sangat tidak familiar, dan letaknya yang berbatasan langsung dengan kabupaten cianjur membuat daerah ini lumayan jauh, namun ini semua tidak mengurungkan niat saya untuk menyambangi daerah ini, karena disini terdapat sebuah tempat wanawisata "penangkaran rusa" yang didirikan oleh perhutani kabupaten bogor.
Sebenarnya saya tidak ada niat untuk datang ke tempat ini, tapi itulah, terkadang sesuatu yang direncanakan malah menjadi batal dan sebaliknya, berbekal satu botol air mineral ukuran besar, sebungkus roti kasur dan sebungkus snack jagung yang saya beli di salah satu minimarket yang punya slogan "mudah dan hemat" maka berangkatlah saya dan dua teman saya menuju bogor...
Dengan sepeda motor yang belum di service dan bensin yang tinggal setengah, tepat jam sepuluh pagi dengan cuaca yang mendung kami meninggalkan serpong yang yang makin gersang,
setengah jam perjalanan tepatnya di depan kampus UIN jakarta kami dihadang kemacetan yang tidak terlalu parah, dan perjalanan mulai lancar saat melewati jalan TB. Simatupang, namun tiba-tiba hujan turun mendadak persis di depan citos, namun untungnya cuma sebentar, hingga perjalanan kami teruskan, sampai lampu merah pasar rebo, hujan kembali turun,namun perjalanan tetap kami teruskan, karena hujannya hanya rintik-rintik,sampai daerah cibubur lagi-lagi kemacetan menghadang,sementara sisa air hujan masih menggenang di jalan,dan menyisakan cipratan-cipratan air bercampur tanah di celana saya, jalan alternatif cibubur ini hampir sama dengan jalan raya serpong, di sisi kedua jalan deretan ruko berjejer rapi,sementara spanduk-spanduk warna-warni yang menawarkan berbagai macam type rumah menggantung seperti jemuran yang tidak beraturan.
Dua jam perjalanan yang cukup buat pegel pantat, dan akhirnya kami tiba juga di kecamatan cariu, namun kami belum sampai lokasi, masih sekitar satu jam untuk sampai kesana, namun saya cukup terhibur dengan lansekap alam karunia Ilahi begitu sedap di pandang mata, hamparan sawah yang habis di panen masih menyisakan keindahannya, ditambah jejeran perbukitan yang membiru laksana lukisan alam yang sempurna....










jam satu kurang akhirnya kami tiba juga dilokasi, jalan untuk menuju kesana masih berbatu dan belum di cor, hingga motor harus berhati-hati agar tidak terjatuh, setelah motor kami parkir dan membayar tiket masuk, sebuah plang berwarna hijau seakan menyambut kami...
dan sebuah jembatan yang panjangnya kurang lebih lima puluh meter membentang indah, sementara di bawahnya aliran sungai cibeet yang lumayan jernih dan bebatuan yang menyembul diantara riak-riak air, semakin mempesona mata...

untuk mencapai lokasi penangkaran, kami harus berjalan kurang lebih lima ratus meter,jalan agak menanjak dan sempit, namun penderitaan ini tidak berjalan lama, karena di depan kami terhampar luas padang rumput dengan pemandangan yang indah, kawanan rusa dari berbagai jenis sedang merumput...






ada sekitar tujuh puluh ekor rusa yang mendiami kawasan ini, namun yang saya lihat hanya sekitar delapan ekor saja, selebihnya mereka sedang neduh di antara rimbunya pohon-pohon pinus dan cemara jarum yang memang banyak tumbuh disini, dalam hati saya rusa-rusa ini pasti akan lari saat didekati! tapi, perkiraan saya meleset! rusa-rusa ini begitu jinak, seakan-akan sudah begitu akrab.... dan soal  makanan mereka nggak rewel,  cuma ketela rambat yang di potong-potong kecil, dan kadang di selingi dedak juga, saat saya mencoba memberi makan mereka, sontak rusa-rusa itu berhamburan menghampiri saya, dan dalam sekejap, sekepel ketela yang sudah di potong- potong itu ludes di makan rusa-rusa yang nggak pernah ada kenyangnya... mhhmm... 
Setelah puas jeprat-jepret si rusa, dan haripun mulai sore, kami beranjak turun dari padang rumput , kata sang pawang biasanya sekitar jam empat, rusa-rusa mulai kembali ke padang rumput untuk makan sore, dan untuk memanggil rusa-rusa itu agar datang, sang pawang cukup bersuit, maka satu persatu rusa-rusa dari berbagai jenis ini mulai berdatangan...

Sebelum pulang, kami menyempatkan untuk turun ke sungai cibeet yang letaknya persis di bawah bukit, karena sedang musim panas air sungai begitu dangkal, batu-batu dari berbagai ukuran begitu jelas terlihat, saya sudah nggak sabar untuk sekedar membasuh muka dan mendinginkan kaki, nyeeesss!!! segeeer banget rasanya saat ngebasuh muka... ahhh, seandainya kali angke yang melintas di daerah saya sedingin dan sebening ini, mungkin orang - orang di sekitar serpong nggak perlu jauh-jauh ke bogor, mimpi kali yeee.... 
Jam lima kurang seperempat, kami bersiap-siap untuk kembali pulang ke serpong, dengan meninggalkan sepotong cerita tentang sekumpulan rusa-rusa yang cantik dan jinak, insya Allah, kami akan kembali lagi kesini....
Insya Allah....
Rincian biaya :
Bensin PP Rp : 30.000.00
HTM : 8.000.00
Parkir : 4.000
Catatan : kalo pengen lebih irit lagi, silahkan bawa timbel dari rumah, makan di pinggir kali maknyuss banget!!!
jadi, kalo di itung-itung budget gak nyampe gocap alias lima puluh ribu!!! tapi kalo kantong lagi lumayan tebel, sekedar buat nyicipin nasi timbel komplit yang di jual di di sekitar lokasi, patut di coba, harganya standard koq...
Bye....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar