Powered By Blogger

"metamorfosis"

ingin menjadi seperti garam, yang apabila melebur bersama semangkok sayur, dia akan tetap asin, walaupun wujudnya sudah tdk terlihat.... (sok puitis ya gw) ws rendra bukan, apalagi chairil anwar, sabodo teuing lah... yach inilah gw, manusia sederhana yang mencoba untuk menjadi kaya,maksudnya kaya hati gan, kalo kaya harta ane belom nyampe kesitu, maklum,cuma karyawan rendahan, yang kalo makan siang larinya kerumah,,, pengen sich kaya yang laen gitu, tiap makan siang bisa duduk manis di resto telaga,atau sambil ketawa ketiwi di sari kuring sambil BBMan,nikmaaat!!! tapi gaji ane gak cukup gan buat makan disitu hiks hiks,,, lah! kenapa gw jadi curhat ya? tapi gak papa dech! kali-kali aja setelah membaca curhatan gw ada yang hatinya tergugah dan segera nraktir gw,ngarep dot.com (gw pernah berjanji buat gak pake nich joke) hahahaha akhirnya dipake juga, emang manusia gak ada yang konsisten dengan omongannya sendiri,hari ini dia ngomong A besok dia ngomong Z, termasuk gw juga sich... tapi kan manusia emang sarangnya salah dan dosa, sarangnya bohong, sarangnya munafik, sarangnya gombal, sarangnya... sarangnya... sarangnya.... waduuh, kalo dibeberin kejelekan manusia dari sabang sampe merauke,gak cukup layarnya gan, hihihi...

Kamis, 01 September 2011

PINTU SERIBU....






Gapura menuju masjid pintu seribu

Kamis tanggal 1 september 2011, atau tepatnya dua hari setelah lebaran, saya berkesempatan mengunjungi masjid pintu seribu, yang berlokasi di kelurahan bayur, kecamatan periuk tangerang provinsi banten, masjid yang bentuknya mirip benteng ini lokasinya tidak jauh dari pusat kota tangerang, dan akan lebih mudah serta cepat bila menggunakan sepeda motor...
menjelang azan zuhur, akhirnya saya tiba di masjid yang unik ini, dengan membayar parkir dua ribu rupiah serta uang infaq yang di sediakan pihak masjid, saya bebas menelusuri masjid ini hingga puas...
masjid yang di bangun sekitar tahun 1978 ini di dirikan oleh penduduk setempat yang bernama Al faqir syech mahdi Hasan Al Qudrotillah Al Muqadam...
ruangan yang pertama saya masuki adalah ruangan sholat, yang berada di sisi kanan masjid, untuk masuk kedalam ruangan sholat, saya melalui lorong-lorong yang begitu banyak pintu, sementara di sisi kiri dan kanan lorong, begitu banyak kaligrafi arab, photo-photo wali songo, dah hiasan-hiasan lain yang tidak akan kita temukan di masjid-masjid pada umumnya.

Salah satu ruangan di dalam masjid
lorong untuk masuk ke dalam ruangan sholat...
di dalam ruangan sholat terdapat bedug yang sudah gak utuh lagi, dan kentongan yang sama kondisinya dengan  bedug...


setelah puas melihat ruangan sholat dan ruangan-ruangan yang lain yang di beri nama dari keturunan raja-raja banten, saya melanjutkan ke sisi masjid yang ada di sebelah barat, katanya sich inilah ruangan yang paling menakutkan, karena banyak cerita-cerita yang membuat saya sedikit mengurungkan niat untuk masuk ke ruangan tersebut, mulai dari cerita orang-orang yang tersesat, menangis, hingga cerita-cerita mistis yang lain.

ROMBONGAN ORANG YANG AKAN MASUK KE RUANGAN YANG PALING MISTIS DARI PINTU SERIBU...


SALAH SATU LORONG MASJID YANG DI TUMBUHI LUMUT...
SETIAP LORONG HANYA BISA DI MASUKI SATU ORANG...

Dengan mengucapkan bismillah, akhirnya petualangan yang sebenarnya di mulai, dengan di pimpin oleh seorang juru kunci masjid, kami mulai memasuki ruangan masjid, hati Saya mulai gak karuan dan begitu takut,konon sesuatu bisa saja terjadi dalam ruangan yang gelap gulita ini, tergantung amal ibadah kita selama ini, dan ini semakin menyiutkan hati saya, namun semuanya saya serahkan kepada Allah SWT...
Baru sekitar 50 meter, udara sudah mulai pengap dan dingin, dengan hanya di terangi senter kecil yang saya beli di depan masjid, saya mulai menyusuri setiap lorong masjid yang begitu banyak pintu, kiri, kanan, depan, belakang semuanya hanya ada pintu-pintu kecil yang begitu banyak, sang juru kunci menyuruh kami untuk bersolawat, saya benar-benar merinding ketakutan!!! juru kunci berpesan agar masing-masing saling berpegangan, ruangan semakin gelap karena juru kunci masjid menyuruh kami mematikan senter, ruangan yang awalnya bercahaya walau remang-remang, akhirnya gelap gulita!!! 
oleh sang juru kunci kami di suruh duduk, lalu sang juru kunci memberikan wejangan kepada kami semua, satu persatu dari kami mulai menangis, begitupun saya... tiba-tiba air mata mengalir begitu saja, yang saya ingat waktu itu hanya ibu saya, betapa seringnya saya membantah, ngomel-ngomel, dan perbuatan - perbuatan negatif lain, yang saya lakukan terhadap ibu saya, maafin saya mak... atas dosa-dosa yang saya perbuat selama ini....
SAYA SEMPAT MENGABADIKAN RUANGAN INI, WALAU DENGAN PERASAAN TAKUT, TAPI BLITZ KAMERA MENDADAK TIDAK BERFUNGSI, DAN SAYA MENDAPAT GAMBAR INI, SAYA TIDAK TAHU INI GAMBAR APA ???
BEGITUPUN YANG INI, BLITZ KAMERA SAYA TIDAK BERFUNGSI KEMBALI...

setelah diberikan shock terapy oleh sang juru kunci, kami pun mulai keluar dari ruangan yang gelap itu sambil terus bersholawat...





poto belakang masjid...
ruangan samping masjid...
masjid tampak dari luar...





2 komentar: