Powered By Blogger

"metamorfosis"

ingin menjadi seperti garam, yang apabila melebur bersama semangkok sayur, dia akan tetap asin, walaupun wujudnya sudah tdk terlihat.... (sok puitis ya gw) ws rendra bukan, apalagi chairil anwar, sabodo teuing lah... yach inilah gw, manusia sederhana yang mencoba untuk menjadi kaya,maksudnya kaya hati gan, kalo kaya harta ane belom nyampe kesitu, maklum,cuma karyawan rendahan, yang kalo makan siang larinya kerumah,,, pengen sich kaya yang laen gitu, tiap makan siang bisa duduk manis di resto telaga,atau sambil ketawa ketiwi di sari kuring sambil BBMan,nikmaaat!!! tapi gaji ane gak cukup gan buat makan disitu hiks hiks,,, lah! kenapa gw jadi curhat ya? tapi gak papa dech! kali-kali aja setelah membaca curhatan gw ada yang hatinya tergugah dan segera nraktir gw,ngarep dot.com (gw pernah berjanji buat gak pake nich joke) hahahaha akhirnya dipake juga, emang manusia gak ada yang konsisten dengan omongannya sendiri,hari ini dia ngomong A besok dia ngomong Z, termasuk gw juga sich... tapi kan manusia emang sarangnya salah dan dosa, sarangnya bohong, sarangnya munafik, sarangnya gombal, sarangnya... sarangnya... sarangnya.... waduuh, kalo dibeberin kejelekan manusia dari sabang sampe merauke,gak cukup layarnya gan, hihihi...

Sabtu, 11 Desember 2010

alif sampai hamzah

aku bergegas ke dapur mencari korek api yang kadang suka di selipin emak ku di sela-sela rak piring,mataku sudah panjang,tapi sang korek belum ketemu juga,walhasil kulirik kompor gas yang ada di depanku,yeah... kompor gas yang kubeli di salah satu swalayan terbesar di indonesia,hampir satu tahun sang kompor menemani emakku untuk memasak nasi,memasak sayur,mengoreng tempe kesukaanku,merebus air untuk mandiku,bila cuaca lagi dingin,ohh,, kompor begitu besar jasamu hehhee,kujulurkan kepalaku sedekat mungkin sambil tangan kananku menggoyang pemantik api,klik... keluarlah api yang warnanya sudah tidak biru lagi,kubergegas keluar sambil tidak lupa kumatikan kompor yang bagian atasnya sudah mulai berkarat,diluar rumah aroma tanah yang khas masih tercium tajam,tetes - tetes air masih sesekali menentes di ujung-ujung daun bougenvile yang bunganya merah jambu,sementara dua ekor parkit yang kubeli dipasar barito merunduk kedinginan,aku membeli dua parkit ini bukan tanpa alasan,aku berharap si parkit ini akan bertelur,tapi sudah hampir enam bulan sang parkit tidak ada tanda-tanda untuk bereproduksi,tapi biarlah... setidaknya kedua burung mungil ini jadi teman setiaku tiap pagi,walaupun kutahu suaranya tidak merdu sama sekali...


BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar