Powered By Blogger

"metamorfosis"

ingin menjadi seperti garam, yang apabila melebur bersama semangkok sayur, dia akan tetap asin, walaupun wujudnya sudah tdk terlihat.... (sok puitis ya gw) ws rendra bukan, apalagi chairil anwar, sabodo teuing lah... yach inilah gw, manusia sederhana yang mencoba untuk menjadi kaya,maksudnya kaya hati gan, kalo kaya harta ane belom nyampe kesitu, maklum,cuma karyawan rendahan, yang kalo makan siang larinya kerumah,,, pengen sich kaya yang laen gitu, tiap makan siang bisa duduk manis di resto telaga,atau sambil ketawa ketiwi di sari kuring sambil BBMan,nikmaaat!!! tapi gaji ane gak cukup gan buat makan disitu hiks hiks,,, lah! kenapa gw jadi curhat ya? tapi gak papa dech! kali-kali aja setelah membaca curhatan gw ada yang hatinya tergugah dan segera nraktir gw,ngarep dot.com (gw pernah berjanji buat gak pake nich joke) hahahaha akhirnya dipake juga, emang manusia gak ada yang konsisten dengan omongannya sendiri,hari ini dia ngomong A besok dia ngomong Z, termasuk gw juga sich... tapi kan manusia emang sarangnya salah dan dosa, sarangnya bohong, sarangnya munafik, sarangnya gombal, sarangnya... sarangnya... sarangnya.... waduuh, kalo dibeberin kejelekan manusia dari sabang sampe merauke,gak cukup layarnya gan, hihihi...

Senin, 15 Agustus 2011

lansam....

      Rangkasbitung, sebuah kota kecil di provinsi banten, ibukota dari kabupaten lebak ini jadi persinggahan gua berikutnya,,,
dengan mengendarai sibiru gua bergegas menuju stasiun rawa buntu, dari stasiun rawa buntu inilah gw parkir si biru metalik yang warnanya makin pudar dan kusam,setelah mendapat tempat parkir yang nyaman, gua berlari menuju peron buat membeli tiket, di kedua sisi peron sudah banyak orang yang menunggu sang kereta datang, krena takut gak kebagian tempat gua bergegas menuju loket, dengan uang seribu lima ratus gua sudah dapat berjalan jauh hehehehee.... setelah menunggu sekitar setengah jam, kereta yang di tunggu pun datang, yupz!!! kereta bercat kuning gading dengan kaca-kaca jendelanya yang retak disana-sini, dan toiletnya yang sudah nggak berfungsi tapi masih menyisakan bau pesing yang begitu menyengat, entah siapa yang masih nekat buat kencing disini???



butuh perjuangan agar bisa dapat masuk ke kereta yang sumpek full apek ini, dorong mendorong, serobot menyerobot, desak - desakan, sudah bukan barang aneh lagi, yang penting bisa masuk dan keangkut....
Baru lima menit di dalam kereta, keringet sudah basah di sana-sini, bukan aroma bellagio lagi yang tercium, tapi aroma ketek para pedagang keliling yang mondar - mandir gak ada habisnya,,, hahahaha....
Dengan menyelip sana - sini, akhirnya gua dapet duduk juga, nomor bangkunya D2, kaya nomor bangku di bioskop yach, tapi bedanya kalau di kursi bioskop empuk dan nyaman, nich kursi kereta kebalikannya alias keras! nggak bisa nyender lagi...
yach namanya juga ekonomi class,  jadi kepanasan, suara para tukang dagang, pengamen-pengamen muda, para tukang sapu liar yang hanya bermodal sapu patah dan bekas plastik pembungkus permen,bocah-bocah yang nangis kegerahan,atau anak-anak setengah abege yang bergelantungan di depan pintu kereta, menjadi hal biasa dan amat biasa...                                      

to be continued,,,


gtyyhgg
320/P1000544.JPG" width="320" />
hghgh

1 komentar: