Rangkasbitung, sebuah kota kecil di provinsi banten, ibukota dari kabupaten lebak ini jadi persinggahan gua berikutnya,,,
dengan mengendarai sibiru gua bergegas menuju stasiun rawa buntu, dari stasiun rawa buntu inilah gw parkir si biru metalik yang warnanya makin pudar dan kusam,setelah mendapat tempat parkir yang nyaman, gua berlari menuju peron buat membeli tiket, di kedua sisi peron sudah banyak orang yang menunggu sang kereta datang, krena takut gak kebagian tempat gua bergegas menuju loket, dengan uang seribu lima ratus gua sudah dapat berjalan jauh hehehehee.... setelah menunggu sekitar setengah jam, kereta yang di tunggu pun datang, yupz!!! kereta bercat kuning gading dengan kaca-kaca jendelanya yang retak disana-sini, dan toiletnya yang sudah nggak berfungsi tapi masih menyisakan bau pesing yang begitu menyengat, entah siapa yang masih nekat buat kencing disini???
butuh perjuangan agar bisa dapat masuk ke kereta yang sumpek full apek ini, dorong mendorong, serobot menyerobot, desak - desakan, sudah bukan barang aneh lagi, yang penting bisa masuk dan keangkut....
Baru lima menit di dalam kereta, keringet sudah basah di sana-sini, bukan aroma bellagio lagi yang tercium, tapi aroma ketek para pedagang keliling yang mondar - mandir gak ada habisnya,,, hahahaha....
Dengan menyelip sana - sini, akhirnya gua dapet duduk juga, nomor bangkunya D2, kaya nomor bangku di bioskop yach, tapi bedanya kalau di kursi bioskop empuk dan nyaman, nich kursi kereta kebalikannya alias keras! nggak bisa nyender lagi...
yach namanya juga ekonomi class, jadi kepanasan, suara para tukang dagang, pengamen-pengamen muda, para tukang sapu liar yang hanya bermodal sapu patah dan bekas plastik pembungkus permen,bocah-bocah yang nangis kegerahan,atau anak-anak setengah abege yang bergelantungan di depan pintu kereta, menjadi hal biasa dan amat biasa...
to be continued,,,
gtyyhgg
320/P1000544.JPG" width="320" />
hghgh

kapok naik kereta itu...hehe.
BalasHapus